Belajar Fiqh

Berbeda pendapat merupakan fitrah manusia. Sebagai Sang Pencipta, Allah swt. menghendaki fitrah itu tetap berjalan dalam koridor keimanan yang benar. Oleh karena itu, adanya sebuah tolok ukur yang menjadi rujukan semua pihak adalah satu keniscayaan yang tidak dapat dielakkan lagi. Allah swt. telah menurunkan kitab pedoman dengan kebenaran yang akan menjadi penengah bagi umat manusia dalam berbagai hal yang diperselisihkan (QS.2:213).

Tanpa kenyataan di atas, kehidupan yang sehat tidak akan dapat berlangsung. Ini adalah ketentuan yang telah ditegaskan oleh Al-Quran di atas Tauhid yang absolut. Lalu, penyimpangan, mitos dan kebohongan terus menerus dilakukan oleh anak cucu Adam, hingga akhirnya mereka mulai menjauh dari asas yang kuat ini. Dari sini jelas, bahwa manusia tidak akan sanggup menjadi penengah antara kebenaran dan kebatilan selagi mereka masih menjadi abdi hawa nafsu dan budak kesesatan. Al-Quran telah datang, namun hawa nafsu masih saja mencabik-cabik manusia dari berbagai arah. Ambisi, maksiat, keresahan dan kesesatan telah jauh menyeret manusia dari menerima hukum dan arahan Al-Quran dan memalingkan mereka dari merujuk kebenaran yang telah jelas.

Menurut Al-Quran, maksiat adalah perbuatan yang telah menggiring manusia kepada perselisihan, kecongkak-an dan ketidakacuhan (Ibid). Di samping itu, kebodohan turut pun memperparah keadaaan buruk ini. Hanya saja, bukankah telah dipesankan bahwa seorang jahil hendaknya bertanya kepada orang yang tahu, sebagaimana Allah swt. berfirman:

“Maka bertanyalah kalian kepada Ahlul kitab jika kalian tidak mengetahui” (QS.21:7, 16:43).

Oleh karena itu, tindakan menerjang yang dilakukan oleh seorang yang bodoh terhadap asas yang diterima akal dan diterapkan oleh para akil ini adalah pelanggaran terhadap kaidah dan jalan paling jelas dalam rangka menutup celah perselisihan.

Islam adalah agama abadi yang terangkum dalam teks-teks Al-Quran dan sunah Rasulullah; sosok yang tak pernah mengucapkan satu kata pun dari mulutnya kecuali wahyu Tuhan semata. Allah swt. dan Rasul-Nya telah mengetahui bahwa umatnya akan bersilisih pendapat setelah kepergian beliau, sebagaimana hal tersebut telah terjadi saat beliau masih hidup dan berada di tengah-tengah mereka.

Atas dasar ini, Al-Quran telah menurunkan pedoman kepada umat yang dapat dipegang selepas kepergian Ra-sulullah; pelita yang dapat menuntun manusia sehingga menapaki jejak yang pernah ditinggalkan oleh beliau, dan dapat membantu mereka dalam rangka memahami dan menafsir-kan arahan-arahannya. Pelita itu tak lain adalah Ahlul Bait a.s. Merekalah pribadipribadi yang telah di-sucikan dari segala kotoran dan noda, manusia-manusia yang kepada kakek mereka Al-Quran diturunkan. Mereka menerima langsung ajaran ilahi dari beliau dan memahaminya dengan penuh kesadaran dan amanah Dan mereka telah dianugerahi hal-hal yang tidak diberikan kepada siapa pun.

Sebagaimana Rasulullah saw. telah menegaskan kepe-mimpinan mereka secara global dalam hadis Tsaqalain yang sangat masyhur, mereka telah berupaya semaksimal mung-kin menjagasyariat Islam dan Al-Quran dari pemahaman dan interpretasi yang keliru. Mereka juga tekun menjelaskan konsep-konsep agung agama. Maka itu, mereka aktif seba-gai rujukan umat Islam.

Ahlul Bait a.s. telah menepis segala kerancuan, menyam-but pertanyaan, meredam berbagai provokasi dengan penuh ketabahan dan kemurahan hati. Riwayat dan kebajikan me-reka adalah bukti atas sikap dan perlakuan mereka yang luar biasa agung terhadap para penanya dan tukang omong, sebagaimana sejarah juga menunjukkan ketajaman dan ke-dalaman jawaban-jawaban mereka sebagai bukti lain atas kepemimpinan unggulmereka di bidang intelektualitas.

Sebagai pusaka yang tersimpan utuh dalam madrasah mereka dan hingga sekarang tetap terpelihara dengan baik, khazanah Ahlul Bait a.s. merupakan universitas lengkap yang meliputi berbagai cabang ilmu-ilmu Islam; telah mampu mendidik jiwa-jiwa yang siap menggali pengetahuan dari khazanah itu dan mengetengahkannya kepada umat dan ulama-ulama besar Islam, dan tampil sebagai pembawa risalah Ahlul Bait a.s. yang mampu menjawab secara argumentatif segala keraguan dan persoalan yang dilontarkan oleh berbagai mazhab dan aliran pemikiran, baik dari dalam maupun dari luar Islam.

Berangkat dari tugas-tugas mulia yang diemban, Lembaga Internasional Ahlul Bait (Majma Jahani Ahlul Bait) berusaha mempertahankan kemuliaan risalah dan hakikat-nya dari serangan berbagai golongan dan aliran yang memusuhi Islam; dengan cara mengikuti jejak Ahlul Bait a.s. dan penerus mereka yang senantiasa berusaha menjawab berbagai tantangan dan tuntutan, serta berdiri tegak di garis depan perlawanan sepanjang masa.

Khazanah yang terpelihara di dalam kitab-kitab ulama Ahlul Bait a.s. itu tidak ada tandingannya, karena kitab-kitab tersebut disusun di atas landasan logika dan argu-mentasi yang kokoh, bebas dari sentuhan hawa nafsu dan fanatisme buta. Kepada kalangan ulama dan pakar, Mereka pun mengetengahkan karya-karya ilmiah yang dapat dite-rima oleh akal dan fitrah yang bersih.

Berbekal kekayaan pengalaman, Lembaga Internasional Ahlul Bait berupaya mengajukan metode baru kepada para pencari kebenaran melalui berbagai tulisan dan karya ilmiah yang disusun oleh para penulis kontemporer yang komit pada khazanah Ahlul Bait a.s., dan oleh para penulis yang telah mendapatkan karunia Ilahi untuk mengikuti ajaran mulia tersebut. Di samping itu, Lembaga ini berupaya meneliti dan menyebarkan berbagai tulisan bermanfaat dan karya
ulama Syi’ah terdahulu, agar kekayaan ilmiah ini men-jadi mata air bagi pencari kebenaran yang mengalir ke segenap penjuru dunia, di era kemajuan intelektual yang telah mencapai kematangannya, sementara interaksi an-tarindividu semakin terjalin demikian cepatnya, hingga terbuka pintu hatinya dalam menerima kebenaran tersebut melalui madrasah Ahlul Bait a.s.

Akhirnya, kami mengharap kepada para pembaca yang mulia; kiranya sudi menyampaikan berbagai pandangan, gagasan dan kritik konstruktif demi berkembangan lembaga ini di masamasa mendatang. Kami juga mengajak kepada berbagai lembaga ilmiah, ulama, penulis dan penerjemah untuk bekerja sama dengan kami dalam upaya menye-barluaskan ajaran dan khazanah Islam yang murni. Semoga Allah swt. berkenan menerima usaha sederhana ini, melimpahkan taufik-Nya, serta senantiasa menjaga Khalifah-Nya, Imam Mahdi afs. di muka bumi ini.

Kami ucapkan terima kasih banyak dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Syeikh Muhammad Husein Falah Zadeh yang telah berupaya menulis buku ini, dan kepada Sdri. Emi Nurhayati yang telah bekerja keras mener-jemahkan ke dalam bahasa Indonesia, juga kepada semua pihak yang telah berpartisipasi di dalam penerbitannya.

Divisi Kebudayaan
Lembaga Internasional Ahlul Bait

Sumber:http://www.al-shia.org

Terdiri dari 166 Halaman

Download file

About Sharing Data
Kami hanya ingin berbagi ilmu dan informasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: