Tips Bila Terjadi Radiasi Nuklir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Situasi di reaktor nuklir Fukushima, Jepang, masih tak menentu. Kini hampir tiap hari ada ledakan baru dari reaktor tersebut. Perdana Menteri Jepang Naoko Kan mengkhawatirkan ledakan terus menerus akan membocorkan cairan nuklir dengan kadar radioaktif tinggi yang bisa mencemari warga sekitar.

Jumlah pancaran radiasi Fukushima berkisar pada 400mSv setiap jam. Namun kekuatan pancaran menurun sesudah siang hari, demikian kata para pejabat pemerintah Jepang. MiliSievert (mSv) adalah istilah resmi bagi satuan pancaran radioaktif yang bisa membahayakan kesehatan. Pancaran normal yang diterima seseorang berkisar antara 3 mSv setiap tahunnya, dengan tambahan yang masih bisa ditolerir sebanyak 1 mSv setiap tahun.

Para karyawan di pusat nuklir Fukushima yang saat ini berupaya sekuat tenaga mencegah kerusakan yang lebih besar lagi, menghadapi resiko kesehatan besar.

Pancaran radioaktif dalam dosis rendah akan menyebabkan iritasi pada kulit. Sedangkan pancaran ekstrim bisa menyebabkan kanker dan kematian. Apabila terjadi kecelakaan di mana lepas pancaran radioaktif, maka sejumlah langkah dasar perlu diberlakukan.

Sedangkan langkah-langkah tambahan, seperti evakuasi, tergantung pada jarak serta keparahan bencana. Yang penting pantau dan ikuti petunjuk dari pemancar radio bencana serta dinas kesehatan.

Berikut sejumlah tips mengatasi radiasi nuklir:
– Tutup semua jendela dan pintu
– Tutup semua fasilitas yang bisa membawa udara dari luar seperti penyejuk ruangan (airco) atau lubang ventilasi.
– Tinggal di kamar yang tidak berjendela atau ruang bawah tanah adalah yang paling aman
– Jangan lupa bawa senter, radio atau televisi dengan baterai, kotak kesehatan, makanan dan air (kemasan atau kaleng), serta obat-obatan
– Jangan keluarkan binatang piaraan (tinggal di dalam)
– Jemur pakaian di dalam
– Pantau situasi dengan mendengarkan pemancar televisi atau radio bencana (lokal)

Tablet yodium
Pusat nuklir Fukushima sejauh ini hanya memancarkan radioaktif yodium-131 dan cesium-137. Pemerintah Jepang mempertimbangkan tablet yodium untuk dibagikan kepada warga di daerah bencana. Ini untuk melindungi kelenjar gondok. Meminum tablet yodium akan bisa melindungi kelenjar gondok sehingga organ ini tidak akan mampu lagi menyerap radioaktif.

Tablet yodium sangat efektif apabila diminum sebelum atau beberapa jam sesudah terkena radiasi. Tablet ini memberi perlindungan selama kira-kira 24 jam. Untuk cesium-137, tidak ada pelindungnya. Apabila kerusakan parah terjadi pada kamar reaktor atau kolam pendingin untuk bahan bakar nuklir yang sudah terpakai, maka kemungkinan zat uranium dan plutonium bisa terlepas. Tapi sejauh ini, hal itu belum terjadi.

Sumber: Republika

About Sharing Data
Kami hanya ingin berbagi ilmu dan informasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: